From Scripture To Theology.
Teologi tidak dibangun dari satu ayat, satu pengalaman, satu tradisi, atau satu tokoh favorit. ChristLike berusaha menyatukan kesaksian Kitab Suci secara bertanggung jawab sebelum menarik sebuah kesimpulan teologis.
Jangan Membangun Doktrin Lebih Cepat daripada Scripture Mengizinkannya.
Satu teks dapat sangat penting, tetapi doktrin biasanya dibangun dengan memperhatikan banyak bagian Scripture, konteks sejarah penebusan, hubungan antar kitab, dan kesaksian keseluruhan kanon. Semakin besar sebuah klaim, semakin besar tanggung jawab pembuktiannya.
Delapan Tahap Menuju Kesimpulan.
Proses ini membantu ChristLike membedakan antara apa yang benar-benar dinyatakan Scripture, apa yang merupakan inferensi teologis, dan apa yang masih perlu ditahan dengan tingkat kepastian lebih rendah.
Define The Question
Apa sebenarnya isu teologis yang sedang kita coba jawab? Definisi yang buruk sering menghasilkan kesimpulan yang buruk.
Gather Scripture
Kumpulkan teks yang benar-benar relevan, bukan hanya ayat yang mendukung kesimpulan yang sudah diinginkan.
Interpret Each Text
Setiap bagian dibaca dalam konteks, genre, struktur dan tujuan penulisnya.
Compare The Canon
Lihat bagaimana berbagai bagian Scripture saling melengkapi, menjelaskan atau membatasi.
Listen To The Church
Perhatikan bagaimana gereja dan teolog sepanjang sejarah memahami persoalan tersebut.
Build The Doctrine
Susun kesimpulan yang paling mampu menjelaskan seluruh data dengan konsisten.
Assign Confidence
Tentukan apakah kesimpulan tersebut merupakan doktrin inti, posisi ChristLike, interpretasi kuat atau isu terbuka.
Ask What It Forms
Teologi akhirnya harus menjawab bagaimana kebenaran tersebut membentuk ibadah, karakter, etika dan kehidupan.
Banyak Sumber. Otoritas Berbeda.
ChristLike dapat menggunakan sejarah gereja, filsafat, penelitian, bahasa, ilmu pengetahuan dan pengalaman manusia. Tetapi semuanya berfungsi pada level berbeda dan tidak ditempatkan sejajar dengan Scripture.
Doktrin Adalah Sebuah Sintesis.
Sebuah doktrin yang baik harus dapat menjelaskan keseluruhan data Scriptural tanpa mengabaikan bagian yang sulit.
Account For All The Data
Jangan hanya menggunakan ayat yang mendukung posisi kita. Bagian yang tampak menantang juga harus dijelaskan.
Seek Coherence
Kesimpulan harus dapat hidup bersama dengan doktrin lain tanpa menghasilkan kontradiksi yang tidak perlu.
Avoid Unnecessary Claims
Jika Scripture hanya memungkinkan kesimpulan terbatas, teologi tidak seharusnya membuat klaim yang lebih jauh.
Keep Christ Central
Teologi Kristen harus konsisten dengan pribadi, karya dan pemerintahan Kristus.
Test Novelty
Klaim yang hampir tidak pernah dikenal gereja sepanjang sejarah membutuhkan pemeriksaan ekstra.
Observe Its Fruit
Implikasi sebuah doktrin bagi ibadah, karakter dan etika juga perlu diperiksa.
Kesimpulan Harus Membawa Label Kepastiannya Sendiri.
ChristLike tidak ingin menggunakan suara yang sama kuat untuk semua persoalan. Tingkat kepastian harus mengikuti kekuatan bukti dan bobot doktrinalnya.
Jangan Kalahkan Lawan dengan Karikatur.
Jika ChristLike membandingkan dua pandangan, masing-masing posisi harus dijelaskan menggunakan argumen terbaiknya sebelum dilakukan evaluasi.
Present Fairly
Jelaskan suatu posisi dengan cara yang kemungkinan diakui oleh pendukung posisi tersebut.
Compare Evidence
Bandingkan Scripture, konteks, logika dan konsekuensi masing-masing argumen.
State The Conclusion
Jika ChristLike memiliki posisi, nyatakan secara jelas, termasuk alasan dan batas kepastiannya.
Metode Juga Membutuhkan Pagar Pengaman.
Tidak ada metode yang membuat manusia kebal terhadap bias. Karena itu ChristLike perlu mengidentifikasi pola yang sering membuat kesimpulan teologis menyimpang.
Ask ChristLike Harus Mengikuti Metode yang Sama.
AI tidak boleh menjadi jalan pintas yang melewati hermeneutika dan teologi. Backend Ask ChristLike nantinya harus mengambil dokumen yang relevan, mengevaluasi jenis pertanyaan, mengikuti posisi ChristLike, menunjukkan sumber, dan mengkomunikasikan tingkat kepastiannya.
Metode Mendahului Kesimpulan.
Let Scripture Set The Weight of Our Claims.
Metode teologis yang sehat tidak hanya membantu kita menemukan jawaban. Ia juga mengajarkan kapan harus yakin, kapan harus membedakan, kapan harus terus menyelidiki, dan kapan harus berkata: “kita belum tahu dengan pasti.”