Read The Text. Respect The Text.
ChristLike tidak ingin memulai dengan kesimpulan lalu mencari ayat untuk mendukungnya. Kami ingin mulai dari teks, memahami konteksnya, mengikuti maksud penulis, melihat tempatnya dalam keseluruhan Kitab Suci, lalu bertanya bagaimana kebenaran itu seharusnya membentuk kehidupan.
Jangan Meminta Alkitab Mengatakan Sesuatu yang Tidak Dikatakannya.
Kita mudah membawa pengalaman, tradisi, agenda, ketakutan, preferensi politik, kepentingan denominasi, atau kesimpulan pribadi ke dalam teks. Karena itu, penafsiran membutuhkan disiplin: biarkan teks berbicara sebelum kita meminta teks menjawab kebutuhan kita.
Delapan Langkah Membaca Kitab Suci.
Langkah-langkah ini bukan formula mekanis. Mereka adalah pagar metodologis untuk memperlambat proses penafsiran agar kesimpulan tidak dibangun terlalu cepat.
Observe The Text
Perhatikan kata, kalimat, pengulangan, kontras, alur argumen dan struktur sebelum menjelaskan maknanya.
Read The Context
Baca ayat dalam paragraf, pasal, kitab, situasi sejarah dan konteks penerima awal.
Respect The Genre
Narasi, puisi, nubuat, surat, hikmat dan apokaliptik tidak dibaca dengan cara yang identik.
Seek Authorial Meaning
Tanyakan apa yang hendak dikomunikasikan penulis kepada pembaca awal, bukan hanya apa yang terasa relevan bagi kita.
Examine Language
Gunakan informasi bahasa asli ketika memang membantu, tanpa menjadikan satu kata Yunani atau Ibrani sebagai trik interpretasi.
Read Canonically
Bandingkan bagian tersebut dengan kitab lain dan keseluruhan kisah Kitab Suci.
Locate Christ Carefully
Pahami bagaimana sebuah bagian berada dalam kisah penebusan yang mencapai puncaknya dalam Kristus tanpa memaksakan alegori.
Apply Faithfully
Setelah mengetahui makna, tanyakan prinsip apa yang menyeberang ke konteks kita dan bagaimana kita harus hidup.
Ayat Tidak Hidup Sendirian.
Sebuah kalimat memiliki arti karena berada di dalam paragraf, kitab, situasi sejarah dan dunia pemikiran tertentu. Mengabaikan konteks sering menghasilkan aplikasi yang terdengar rohani tetapi tidak sesuai maksud teks.
Puisi Bukan Surat. Nubuat Bukan Amsal.
Cara sebuah teks berkomunikasi memengaruhi bagaimana ia harus dibaca. Genre bukan detail akademik; ia merupakan bagian dari makna.
Narrative
Tidak semua tindakan yang dicatat Alkitab adalah tindakan yang disetujui Alkitab.
Poetry
Metafora, paralelisme dan bahasa emosional perlu dihormati sebagai puisi.
Wisdom
Amsal umumnya menyampaikan prinsip hikmat, bukan kontrak universal tanpa pengecualian.
Prophecy
Nubuat perlu dibaca dalam konteks perjanjian, sejarah Israel dan tujuan profetiknya.
Letters
Surat Perjanjian Baru adalah komunikasi kepada komunitas dengan persoalan yang nyata.
Apocalyptic
Simbol dan visi tidak boleh diperlakukan seperti laporan teknis modern.
Satu Bagian. Satu Kitab. Satu Kisah Besar.
Setiap bagian Alkitab memiliki konteksnya sendiri, tetapi juga menjadi bagian dari keseluruhan kisah penciptaan, kejatuhan, perjanjian, penebusan dan pembaruan yang mencapai pusatnya dalam Kristus.
Beberapa Cara Membaca yang Perlu Dihindari.
Proof-Texting
Mengambil satu ayat untuk membuktikan posisi tanpa memperhatikan konteksnya.
Personalization First
Langsung bertanya “apa artinya bagi saya?” sebelum bertanya “apa artinya?”
Word Fallacy
Menganggap arti satu kata selalu sama di setiap ayat hanya karena berasal dari bahasa Yunani atau Ibrani.
Allegory Everywhere
Menjadikan setiap detail sebagai simbol tersembunyi tanpa dukungan teks.
Tradition First
Memutuskan kesimpulan berdasarkan tradisi terlebih dahulu, lalu memaksa teks mengikutinya.
Experience As Authority
Menganggap pengalaman pribadi otomatis menentukan apa yang harus dimaksud oleh Scripture.
Kita Tidak Membaca Hanya untuk Mengetahui.
Setelah memahami apa yang dikatakan teks, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana kebenaran tersebut menyeberang dari dunia Alkitab ke dunia kita tanpa mengubah maksudnya.
Setelah Interpretasi, Masuk ke Teologi.
Read Carefully. Interpret Humbly. Live Faithfully.
Tujuan hermeneutika bukan membuat Scripture semakin rumit, tetapi mengurangi kemungkinan kita memasukkan diri sendiri ke dalam teks. Kita membaca dengan hati-hati agar kita dapat memahami dengan benar dan menghidupi dengan setia.