Lewati ke konten utama
How We Read Scripture

Read The Text. Respect The Text.

ChristLike tidak ingin memulai dengan kesimpulan lalu mencari ayat untuk mendukungnya. Kami ingin mulai dari teks, memahami konteksnya, mengikuti maksud penulis, melihat tempatnya dalam keseluruhan Kitab Suci, lalu bertanya bagaimana kebenaran itu seharusnya membentuk kehidupan.

CHRISTLIKE / READING METHOD
01
Text Apa yang benar-benar tertulis?
02
Context Di mana teks itu berada?
03
Meaning Apa yang dimaksud penulis?
04
Canon Bagaimana dengan seluruh Kitab Suci?
05
Life Bagaimana kita harus hidup?
FIRST PRINCIPLE

Jangan Meminta Alkitab Mengatakan Sesuatu yang Tidak Dikatakannya.

Kita mudah membawa pengalaman, tradisi, agenda, ketakutan, preferensi politik, kepentingan denominasi, atau kesimpulan pribadi ke dalam teks. Karena itu, penafsiran membutuhkan disiplin: biarkan teks berbicara sebelum kita meminta teks menjawab kebutuhan kita.

02 / METHOD
Our Reading Framework

Delapan Langkah Membaca Kitab Suci.

Langkah-langkah ini bukan formula mekanis. Mereka adalah pagar metodologis untuk memperlambat proses penafsiran agar kesimpulan tidak dibangun terlalu cepat.

01 / TEXT

Observe The Text

Perhatikan kata, kalimat, pengulangan, kontras, alur argumen dan struktur sebelum menjelaskan maknanya.

02 / CONTEXT

Read The Context

Baca ayat dalam paragraf, pasal, kitab, situasi sejarah dan konteks penerima awal.

03 / GENRE

Respect The Genre

Narasi, puisi, nubuat, surat, hikmat dan apokaliptik tidak dibaca dengan cara yang identik.

04 / AUTHOR

Seek Authorial Meaning

Tanyakan apa yang hendak dikomunikasikan penulis kepada pembaca awal, bukan hanya apa yang terasa relevan bagi kita.

05 / LANGUAGE

Examine Language

Gunakan informasi bahasa asli ketika memang membantu, tanpa menjadikan satu kata Yunani atau Ibrani sebagai trik interpretasi.

06 / CANON

Read Canonically

Bandingkan bagian tersebut dengan kitab lain dan keseluruhan kisah Kitab Suci.

07 / CHRIST

Locate Christ Carefully

Pahami bagaimana sebuah bagian berada dalam kisah penebusan yang mencapai puncaknya dalam Kristus tanpa memaksakan alegori.

08 / LIFE

Apply Faithfully

Setelah mengetahui makna, tanyakan prinsip apa yang menyeberang ke konteks kita dan bagaimana kita harus hidup.

03 / CONTEXT
Context Changes Interpretation

Ayat Tidak Hidup Sendirian.

Sebuah kalimat memiliki arti karena berada di dalam paragraf, kitab, situasi sejarah dan dunia pemikiran tertentu. Mengabaikan konteks sering menghasilkan aplikasi yang terdengar rohani tetapi tidak sesuai maksud teks.

01
Literary Context Kalimat, paragraf, pasal dan kitab.
02
Historical Context Dunia politik, sosial dan budaya.
03
Author & Audience Siapa berbicara dan kepada siapa?
04
Canonical Context Hubungan dengan keseluruhan Kitab Suci.
04 / GENRE
Different Literature, Different Questions

Puisi Bukan Surat. Nubuat Bukan Amsal.

Cara sebuah teks berkomunikasi memengaruhi bagaimana ia harus dibaca. Genre bukan detail akademik; ia merupakan bagian dari makna.

NARRATIVE

Narrative

Tidak semua tindakan yang dicatat Alkitab adalah tindakan yang disetujui Alkitab.

POETRY

Poetry

Metafora, paralelisme dan bahasa emosional perlu dihormati sebagai puisi.

WISDOM

Wisdom

Amsal umumnya menyampaikan prinsip hikmat, bukan kontrak universal tanpa pengecualian.

PROPHECY

Prophecy

Nubuat perlu dibaca dalam konteks perjanjian, sejarah Israel dan tujuan profetiknya.

EPISTLE

Letters

Surat Perjanjian Baru adalah komunikasi kepada komunitas dengan persoalan yang nyata.

APOCALYPTIC

Apocalyptic

Simbol dan visi tidak boleh diperlakukan seperti laporan teknis modern.

CANON & CHRIST

Satu Bagian. Satu Kitab. Satu Kisah Besar.

Setiap bagian Alkitab memiliki konteksnya sendiri, tetapi juga menjadi bagian dari keseluruhan kisah penciptaan, kejatuhan, perjanjian, penebusan dan pembaruan yang mencapai pusatnya dalam Kristus.

Immediate Meaning Pertama-tama hormati makna bagian tersebut dalam konteks asalnya.
Canonical Meaning Kemudian lihat bagaimana bagian itu berhubungan dengan keseluruhan Scripture.
Christological Horizon Akhirnya lihat tempatnya dalam kisah Allah yang mencapai puncaknya dalam Kristus.
06 / CAUTIONS
Common Reading Errors

Beberapa Cara Membaca yang Perlu Dihindari.

01

Proof-Texting

Mengambil satu ayat untuk membuktikan posisi tanpa memperhatikan konteksnya.

02

Personalization First

Langsung bertanya “apa artinya bagi saya?” sebelum bertanya “apa artinya?”

03

Word Fallacy

Menganggap arti satu kata selalu sama di setiap ayat hanya karena berasal dari bahasa Yunani atau Ibrani.

04

Allegory Everywhere

Menjadikan setiap detail sebagai simbol tersembunyi tanpa dukungan teks.

05

Tradition First

Memutuskan kesimpulan berdasarkan tradisi terlebih dahulu, lalu memaksa teks mengikutinya.

06

Experience As Authority

Menganggap pengalaman pribadi otomatis menentukan apa yang harus dimaksud oleh Scripture.

07 / APPLICATION
Interpretation Has A Destination

Kita Tidak Membaca Hanya untuk Mengetahui.

Setelah memahami apa yang dikatakan teks, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana kebenaran tersebut menyeberang dari dunia Alkitab ke dunia kita tanpa mengubah maksudnya.

01
Meaning Apa maksud teks?
02
Principle Prinsip apa yang melampaui konteks asal?
03
Context Bagaimana prinsip itu bekerja di dunia kita?
04
Formation Apa yang harus berubah dalam diri kita?
HOW WE READ SCRIPTURE

Read Carefully. Interpret Humbly. Live Faithfully.

Tujuan hermeneutika bukan membuat Scripture semakin rumit, tetapi mengurangi kemungkinan kita memasukkan diri sendiri ke dalam teks. Kita membaca dengan hati-hati agar kita dapat memahami dengan benar dan menghidupi dengan setia.